Kamis, 28 Januari 2010

PPh Badan

Guys, ingat, bulan April semakin dekat. Ada apa di bulan April? Kalo orang akunting atau orang pajak pasti akan tahu bulan keramat ini. Ya, April adalah waktunya laporan PPh Badan. cuma sekedar mengingatkan, kalo untuk tarif PPh Badan sudah berubah. Terutama wajib pajak mendapatkan keringanan 50% bila peredaran brutonya kurang dari 50 Milyar, atau Penghasilan kena pajaknya kurang dari 4,8 Milyar. Untuk lebih jelasnya, silahkan download disini nih.... Semoga bermanfaat...!!!

Selasa, 26 Januari 2010

Canon Mp-198

Hore, akhirnya aku bisa punya printer. Setelah dipertimbangkan untuk memilih dua printer yaitu Canon MP 198 atau Epson TX-111, akhirnya dipilih lah Canon MP-198. Karena Budget terbatas (hanya maksimal 700 ribu, sedangkan Epson tx-111 masih sekitar 800ribuan), maka kupilih canon MP 198. Berhubung masih baru makai, mungkin ada saran dari sobat, mungkin untuk perawatannya, tinta yang dipakai, atau apalah, monggo di share disini. Sebagai tampilan, nih aku upload beberapa gambarnya. Kalo gambarnya kurang jelas, ya mohon maaf, soalnya pake kamera HP, jadi resolusinya payah....

Sabtu, 23 Januari 2010

What's a Amazing Day....

Luar Biasa, itulah yang kurasakan hari ini. Semoga hari yang luar biasa ini terus mendampingiku... Bukan karena hanya hari ini ultahku saja, tapi ada hal hal lain yang membuat hari ini Amazing....

Rabu, 20 Januari 2010

Waduh..waduh....

Wah wah, kok sulit banget ya upload gambar dari Word ke Blog.. Apalagi yang kurang kulakuin ya? Can anybody Help Me?

External Hard Disk 2,5 Hitachi 250 Gb

He..he, akhirnya punya external hard disk. Di saat kapasitas hard disk kita mulai menipis, External Hard Disk merupakan saran yang tepat untuk mengatasi hal ini. Aku beli external hard disk merk Hitachi 250 Gb kondisi second seharga 400ribu. Saat aku cek lewat defragment dan Tune Up Utilities, tidak kutemukan error atau kerusakan lain. Ya uda, aku beli aja. Nih Foto nya....

Selasa, 29 Desember 2009

Long Journey, Nganjuk – Pacitan – Wonogiri – Solo - Nganjuk

PART II : PACITAN, mandi air hangat

09:52 s/d 11:00 : Pemandian Air Panas Pacitan Tirto Husodo

Setelah jalan berliku dan berkelok-kelok, yang membikin mabuk keponakanku dan ibunya, akhirnya kami sampai juga di tempat wisata air panas Tirto Husodo. Katanya sih, kalo kita mandi disini dipercaya penyakit-penyakit kita terutama gatal-gatal akan hilang. Percaya gak percaya, coba saja sendiri. Sekilas tentang pemandian Tirti Husodo yang kusadur dari http://www.pacitanweb.com/Jawa-Timur-Indonesia/Wisata-Pacitan/pemandian-air-panas-pacitan.html, berikut ini ringkasannya :

Pemandian air panas pacitan terletak di Kecamatan arjosari Kabupaten pacitan yang lebih terkenal degan nama pemandian TIRTO HUSODO tepatnya di Coordinates: 8°5'27"S 111°7'49"E tetapi masyarakat sekitar lebih mengenal dengan nama BANYU ANGET, entah mengapa mereka lebih memilih nama ini mungkin karena bahasa yang di pakai sehari adalah bahasa jawa jadi nama BANYU ANGET mungkin lebih enak didengar daripada TIRTO HUSODO atau Pemandian air panas di Pacitan.

Obyek air panas di pacitan - TIRTO HUSODO Berjarak Kurang Lebih 15 km dari arah kota pacitan, dapat ditempuh kurang lebih 30 menit perjalanan dari kota pacitan. bila anda mengendarai kendaraan pribadi belokan kendaraan anda didekat pasar Arjosari, lokasinya ± 3 km ke arah utara. Jangan dulu merasa bosan untuk sampai di gerbang pemandian air panas di pacitan - TIRTO HUSODO. Sebab selepas belok kiri dari pasar Arjosari, Anda disuguhi pemandangan alam pedesaan berupa sungai - sungai kecil dengan air jernih, persawahan dengan burung-burung bangau atau burung-burung pipit yang lincah mencuri perhatian petani untuk memakan padi.

Selain rangkaian pemandangan itu, Anda juga bisa menyaksikan dari kejauhan bukit - bukit kapur khas Pacitan. Suasana ini tentunya sudah memberi nilai tambah bagi kesegaran rohani Anda.

Tuh, di webnya pacitan lebih jelas kan sumbernya. Aku hanya tinggal meng copy paste saja, he..he... Di pemandian air panas ini ada 4 kolam dan satu tempat untuk spa. Kolam-kolam tersebut terbagi atas 1 kolam induk, 2 kolam untuk dewasa dengan masing-masing kedalamannya yang berbeda dan 1 kolam anak-anak.

Kolam induk, adalah tempat sumber air panas itu muncul. Di kolam ini, tidak diperkenankan mandi. Oleh sebab itu, kolam ini dipagari.









Tuh kan, ada papan larangannya. Tapi biasanya orang Indonesia kalo ada larangan pasti di langgar. Tapi disini tidak berani, soalnya kalo dilanggar pasti bakalan melepuh tuh kulitnya.. he..he..he.

Kolam kedua adalah untuk dewasa, dengan kedalaman yang relatif lebih dalam dibanding kolam-kolam lain. Air di kolam ini juga relatif lebih hangat. Kolam ke dua ini berada persis dibawah kolam induk. Sehingga, airnya juga relatif lebih hangat.









Kolam ketiga ada di sisi kiri dari kolam kedua, agak berseberangan. Kolam ini airnya relatif lebih dingin dibanding kolam kedua. Makanya kolam ini relatif lebih ramai, dimungkinkan juga lebih ramainya ini karena kedalaman kolam ini yang tidak begitu dalam.









Lihatlah, kolam ketiga begitu ramai bukan? Coba bandingkan dengan kolam yang ke dua.

Nah, kolam terakhir adalah untuk anak-anak. Kolam ini Cuma sedalam dibawah lutut orang dewasa. Airnya tidak lagi panas, tetapi lebih ke hangat hangat kuku. Anak kecil cukup senang bermain di kolam ini.









Bila bosan mandi di kolam, bisa juga mandi di dalam kamar mandi. Airnya, hmmm... cukup panas. Sama dengan air yang berada di kolam pertama. Jadi jangan harap menemukan air yang dingin disini, kecuali air mineral yang ku bawa... ha..ha..ha. Atau bila bosan berendam di kolam, silahkan menikmati spa. Sayang penulis kurang hapal tarif untuk spa nya.









Setelah berpuas-puas mandi hangat, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Teleng Ria. Capek juga ya mandi-mandi di kolam...

Long Journey, Nganjuk – Pacitan – Wonogiri – Solo - Nganjuk

Part I – Perjalanan Awal, berangkat menuju kota Pacitan

04:30 s/d 05:45 : Nganjuk, Home.

Kami sudah harus bangun dan mandi serta mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa untuk liburan. Karena nanti kami akan berangkat jam 5 pagi. Berhubung tadi malam sudah dipersiapkan, jadi semua agak terasa ringan. Oh iya, di dalam rombongan ini kami ada 8 orang dewasa (termasuk sopir) ditambah 2 anak kecil, ponakanku yang lucu. Kendaraan yang akan kami pakai datang tepat waktu, yaitu jam 05:00. Tetapi kami belum terlalu siap. Sehingga molorlah keberangkatan kami. Kami molor +/- 45 menit. Ya normal lah, seperti kalo kita naik pesawat terbang, kan pasti ada delaynya, he..he..he.

05:45 s/d 08:00 : Start a journey...

Berangkatlah rombongan kami dengan santai. Lumayan enak lo kendaraan ini (KIA Pregio), bisa diisi banyak orang, tp space nya masih longgar. Nih kondisi di dalam kendaraannya :

Sang penulis hanya kelihatan kakinya tuh, karena ada di belakang he..he. Wah, tapi ada sedikit masalah. Ternyata setelah pak Sopir mengecek, tidak ditemukan kunci roda. Wah bisa gawat nih kalo tidak ada kunci roda. Yah, akhirnya kita mampir sebentar ke yang empunya motor, kebetulan jalannya searah dengan yang kita lewati. Ternyata kunci rodanya ada, tapi tidak jadi satu dengan dongkrak dan sebagainya. Oke, problem solved. Let's start a journey.... Saat asyik menikmati pemandangan di daerah Bagor, kami dihentikan oleh pengendara motor yaang berboncengan. Wah, aku pikir ini temannya mas Andik, sang sopir. Kakakku Nining malah mengira kalo orang itu mau mengantarkan kunci roda. Dan ternyata.... Orang itu mencari mbak Lilik. Ya elah... Salah bu. Tidak ada mbak Lilik, adanya Mbak Nina kata ayahku. He..he, ada ada saja. Wong nyari Mbak Lilik kok ditawari nyari mbak Nina. Ah lanjut dah.

Sepanjang perjalanan, kami mengobrol dan guyon-guyon. Melihat kota kota yang dilewati seperti Madiun dengan pabrik gula Redjo Agung nya, Dolopo dengan cerita Mbak Emi teman mbak Nining, dan sebagainya. Sampe di kota Ponorogo, perut kami terasa lapar. Kami pengen sarapan. Sebetulnya ibu dah memasak lauk dan bawa nasi, tapi kami lagi pengen makan nasi pecel. Ya sudah, kami hunting nasi pecel. Yang ini, yang itu, wih banyak pilihannya. Akhirnya kami berhenti di sebuah warung di daerah Slahung, jalan raya Pacitan – Ponorogo. Lumayan enak nasi pecelnya, ada tempe gembosnya yang enak. Plus segelas teh, kenyang rasanya perut ini. Setelah semuanya kenyang, kita langsung jalan lagi.

Di sepanjang jalan ini, kakakku bercerita kalo makanan nasi pecel tadi sangatlah amat murah. Tidak sampai Rp. 50.000. Wow, sangat fantastis. Seandainya biaya makan di Surabaya semurah itu, bisa cepet kaya nih....

08:00 s/d 09:52 : Jalan sempit Berliku, bikin mual....

Perjalanan berlanjut. Sekarang memasuki kawasan hutan, dimana jalan-jalan berliku dan terkadang amat sempit. Tapi busyet...!!! Ada trailer lewat juga disini. Kami harus sangat menepi untuk saling bersimpangan. Hmmm..., sangat mengerikan. Untungnya tidak ada trailer lain saat bersimpangan. Tidak bisa kubayangkan bila 2 trailer tersebut ber simpangan... Tapi, pemandangan selama perjalanan cukup menakjubkan. Hutan hijau, dengan tebing2 yang curam, serta jalanan yang berliku tiada batas. Bikin perut mulai bergejolak, mual. Ini beberapa foto pemandangannya :















Wow, akhirnya gara gara jalan yang berliku tiada habis, bikin keponakanku Nira mabuk. Bajunya kotor oleh muntahannya. Kasihan. Akhirnya kami berhenti sebentar untuk mengganti bajunya. Nah, pas berhenti sejenak, kami memanfaatkan untuk foto-foto sejenak. Dan, inilah hasilnya :































Wah, kasihan ya si Nira. Sampe lemes begitu wajahnya. Akhirnya setelah selesai berganti baju dan berfoto, kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami akan menuju pemandian air panas Tirto Husodo. Eh, tapi ngomong ngomong sebelum kami berjalan lagi, mobil kami sempet mogok, gak mau distarter. Akhirnya, kami cowok-cowok (kakak ipar dan ayah) mendorong mobil. Untung jalannya menurun. Gak bisa bayangin kalo jalannya naik, weh.....