Hanya itu yang bisa aku ucapkan setelah membaca Link ini. Aku memang bukan pecinta Anjing. Tapi melihat perlakuan manusia kepada hewan seperti ini, dimana otaknya? Atau orang ini gak punya otak. Dengan tinggi anjing 72 cm (kalo gak salah), masak jg dikasih kandang setinggi itu jg, untuk 2 ekor lagi. Belum lagi dikirim lewat angkutan barang. Sekali lagi, angkutan barang. Selama kurang lebih 17 Jam. Gak habis pikir aku. Sungguh, Laknatullah.... Bagi anda yang membaca ini, yang kebetulan sebagai jasa pengantar (ekspedisi), saya mohon jangan memikirkan untung atau uang saja. Tapi cobalah lebih peka. Ingat, peka. Bukan pekak.....
Kamis, 28 April 2011
Kamis, 14 April 2011
Pengalaman Perpanjangan Surat Kendaraan Bermotor
Selama ini, tiap-tiap tahun aku memperpanjang surat kendaraan dengan cara titip kepada seseorang yang kukenal. Baru kemarin ini, tanggal 13 April 2010 aku melakukan sendiri, dibantu ibu tercinta mengurus perpanjangan. Inipun juga karena plat nomor motorku sudah 5 tahun, sehingga harus melakukan cek fisik kendaraan. Untuk daerah Jawa Timur, bisa mengecek biaya pajaknya via SMS ke SAMSAT (7070) dengan cara ketik plat nomornya. Contoh : Jatim AgxxxxKR. Nanti akan dapat jawaban dari Samsat Jatim Berapa PKB nya, BBN nya, dan Jasa Raharja nya.
Setelah dapat info, PKB Rp159.000, BBN2 Rp106.000, Jasa Raharja Rp35.000, siaplah saya ke kantor SAMSAT di kota Nganjuk tercinta (karena kendaraan saya AG Nganjuk). Dengan bawa uang Rp300.000 di tangan, PD lah saya ke kantor tersebut. Pastilah cukup, bisa beli makanan sekalian dah. Begitu datang, saya langsung menuju tempat cek fisik kendaraan, sementara ibu saya melakukan fotocopy dokumen seperti BPKB,KTP dan STNK nya, beserta beli map dari mereka. Total untuk fotocopy plus map, Rp6.000. Cek fisik (esek-esek) yang dilakukan adalah dengan menggosok nomor mesin dan nomor kendaraan dengan kertas khusus dari Kepolisian. Dengan PD nya, karena dokumen telah siap dan cek fisik sudah selesai, langsung menuju loket pengambilan formulir. Eh ternyata, petugas di loket tersebut bilang "..Mas, minta tanda tangan dulu di loket cek fisik...". Walah, gak tau aku kalau cek fisik ada loketnya. Langsung lah menuju loket cek fisik. Ternyata, di form tersebut seharusnya ada isian cek fisik kendaraan. Lampunya bagaimana, remnya bagaimana, ban kondisinya bagus atau tidak. Tapi kenyataanya, hanya diisi oleh mereka tanpa melihat kondisi kendaraanku sendiri. Wah, berarti kalau kondisi rem blong, mereka gak bakalan tau ya. Setelah dapat tanda tangan dan membayar Rp25.000 (untuk mobil Rp30.000), kembali ke tempat pengambilan formulir tadi. Kuserahkan semua berkas nya dalam 1 map merah. Dibikinlah kuitansi oleh mereka atas pembelian formulir STNKB sebesar Rp100.000.
Nah, setelah dari loket ini, kita mengisi form yang isinya kurang lebih seperti tertera dalam BPKB. Plat Nomor kendaraan, CC, tahun pembuatan, warna, Nomor mesin dan rangka, dll. Setelah lengkap, saya masuk ke Sebuah ruangan yang ber AC (dingin banget disitu). Disitu berjajar loket-loket. Ada loket perpanjangan (her) STNK 1 tahun, 5 tahun, informasi, kasir 1 s/d 3, pengambilan/penyerahan STNK, dan Jasa Raharja. Saya memasukkan berkas dalam map merah saya kepada seorang petugas. Ditanya nama saya (karena sebetulnya, pengurusan ini harus diurus oleh pemilik sendiri, tidak boleh dititipkan atau lewat calo) oleh petugas. "Ya Pak.." jawabku. Setelah di cek kelengkapannya, BPKB dan KTP ku diserahkan kembali. Sedangkan map merah yang berisi fotocopy KTP dan STNK dan lain sebagainya, diserahkan ke meja sebelahnya untuk diproses. Cukup lama juga menunggu.
Setelah kurang lebih 1 jam menunggu, dipanggillah namaku. Aku maju ke kasir, kemudian petugas menyebutkan Nominal Rp202.000. Busyet dah, bayar lagi. Untuklah ibu tercinta membawa uang lebih. Pinjam ke ibu Rp150.000. Aku bayar ke petugas, yang kemudian beliau bilang ambil di bagian penyerahan ya. Setelah mendapat bukti pembayaran pajak, pindahlah saya ke loket pengambilan STNK. Ternyata saya harus mengantre dulu, tidak bisa langsung diambil. Karena saya mengurus perpanjangan 5 tahun, jadi harus menunggu dulu. Untuk yang 1 tahun, STNK bisa langsung diambil. Setelah menunggu lebih kurang 10 menit, diserahkan lah STNK ku. Kemudian diminta untuk menuju ke pengambilan Plat Nomor. Setelah ketemu workshop TNKB, langsung kuserahkan STNK nya. Tak berapa lama, dipanggil. Dengan membayar Rp5.000 dan tanda tangan di buku mereka, aku menerima plat nomor yang masih hangat, dengan tulisan putih yang catnya ndrewes kemana mana. Wah, platnya kok seperti ini ya. Aku akhirnya mampir ke tukang pembuat plat nomor untuk mempercantik plat nomorku. Dengan bayar Rp20.000, jadi ciamiklah plat nomorku.
Setelah sampai rumah, aku hitung-hitung lagi. Kan katanya SAMSAT via SMS, biaya ku kurang lebih hanya Rp200.000, kok bisa menjadi sekian banyak ya? Ya okelah. Mari kita rinci biaya-biayanya.
Jenis Nominal Asumsi ku
Fotocopy+Map 6.000 Masuk ke Koperasi SAMSAT
Cek Fisik Kendaraan 25.000 Masuk Ke Polres Nganjuk
Formulir STNKB 100.000 Masuk Ke Polres Nganjuk
PKB 159.000 Masuk Ke Pusat
Jasa Raharja 35.000 Masuk Ke Pusat
Parkir Berlangganan 8.000 Masuk Ke Polres Nganjuk
Plat Nomor 5.000 Masuk Ke Polres Nganjuk
Total 338.000
Nah, dari beberapa biaya tersebut aku bisa simpulkan sementara, bahwa sejatinya ada beberapa biaya yang masuk ke Pusat/JATIM, dan masuk ke daerah. Sehingga, kalau kita menanyakan lewat SMS tentang biaya perpanjangan STNK ya hanya sebesar Rp194.000 itu saja. Nah, yang perlu disiapkan oleh pemilik kendaraan adalah biaya lain-lainnya itu. Biasanya, biaya lainnya itu besarnya hampir sama dengan biaya PKB itu sendiri. Jangan lupa, sudah diberlakukan pajak progresif kendaraan bermotor. Jadi misalkan punya 2 kendaraan, maka pajak kendaraan yang kedua akan lebih tinggi dari pajak yang seharusnya. 1,5% dari nilai jual kendaraan untuk kendaraan pertama, 2% dari nilai jual untuk kendaraan kedua, 2,5% dari nilai jual kendaraan ketiga, 4% dari nilai jual kendaraan keempat, dan 4% dari nilai jual untuk kendaraan selanjutnya.
Begitulah pengalamanku melakukan perpanjangan STNK kendaraan. Semoga bermanfaat.
Selasa, 12 April 2011
Blog Baru
Kalau saat ini berkunjung ke blog di http://kurniawanbayu.wordpress.com/, anda akan membaca tagline di atas kana :"Kadang, kita merasa jengah atas apa yang telah mereka perbuat...". Meskipun, sebetulnya saya ingin menulis sesuatu yang lain, misalnya jujur, adil , tegas (kok rasanya seperti Pong Harjatmo ya), atau apalah. Saya menulis itu karena ada sesuatu yang menggelitik saya. Sesuatu keadaan yang memang benar-benar terjadi di negara kita tercinta ini, Indonesia. Ada politisi yang asyik nonton video porno saat sidang paripurna, pembangunan gedung DPR yang nominalnya sekian trilyun tersebut, bahkan sampai kasus Citibank yang mencuatkan nama Malinda Dee.
Penulis favorit saya, yaitu Pak Dahlan Iskan di blognya http://dahlaniskan.wordpress.com/ , bahkan sampai menggunakan nama Malinda Dee dalam tulisannya. Yah, terkenal sih boleh saja. Tapi jangan terkenal karena kebobrokannya. Bolehlah kita meniru Pak Dahlan Iskan yang sukses membesarkan Jawa Pos dan memperbaiki kinerja PLN, atau meniru anaknya, Azrul Ananda yang sukses mengangkat bola basket dengan DBL dan NBL nya. Atau yang lagi heboh, meniru Briptu Norman Kamaru, yang sukses di youtube dengan meniru gaya Shahrukh Khan. Indonesia masih banyak memerlukan orang2 seperti mereka. Mungkin saja, saat saya membuat blog banyak berita yang bagus tentang Indonesia, tagline saya akan berbunyi "Sungguh, aku sangat bangga dengan mereka...".
Senin, 11 April 2011
Just Reminder...
Sekedar mengingatkan saja, SPT tahunan Badan sudah hampir dekat. Segera laporkan SPT anda paling lambat 30 April 2011. Katanya sih, orang bijak taat pajak....... Sudah ada form SPT 1771? Silahkan klik link ini untuk mengunduhnya. Sesuai PER 39 tahun 2009.
Senin, 24 Januari 2011
Bereskan Urusan Perpajakanmu...!!!
Bulan-bulan seperti ini, Januari sampai April adalah bulan yang keramat bagi seorang akuntan, konsultan terutama konsultan pajak. Bulan-bulan itu adalah bulan yang syarat akan Laporan. Kita liat saja.
Januari, adalah bulan untuk pelaporan PPh 21 WP Badan. Paling lambat lapor adalah tanggal 20, dan paling lambat setor adalah tanggal 10 bulan Januari. Full
stres untuk bulan tersebut. Apalagi saat menghitung gaji karyawan dan pajaknya ada selisih, ataupun ada posisi lebih bayar. Mampus... Itulah mungkin yang ada di pikiran seseorang.
Maret, masa dimana PPh 21 Pribadi harus dilaporkan. Akhir bulan Maret harus sudah dilaporkan, dan tanggal 25 harus sudah bayar. Bulan ini biasanya repot untuk mengidentifikasi penambahan-penambahan aktiva dari OP. Bahkan kadangkala kita bisa lihat kalau OP tersebut membayar pajak yang kecil, tetapi mampu membeli rumah mewah, mobil mewah. Belum lagi kalau kita lihat di A1 nya. Gaji yang didapat sangat kecil. Bila dibanding dengan biaya listrik, telponnya atau HP nya, atau bahkan biaya hidupnya, kita pasti bakalan geleng kepala. Ada sesuatu yang ganjal pada laporan pajak nya.
April, PPh 29 untuk Badan. Sangat krusial. Kita harus melakukan korelasi dengan PPN nya, dengan biaya-biayanya. Apalagi kalau laporan tersebut dibuat-buat, wah bisa celaka 12. Wah, bayar pajaknya kegedean nih, jangan segini. Atau ada yang bilang wah gak bisa lebih kecil lagi? Lagi seret nih keuangan kita. Capek deh.....
Memang kadang sebagai konsultan, kita selalu mengingatkna untuk open atas semua transaksi yang dilakukan perusahaan. Tapi dengan berbagai macam alasan, perusahaan berusaha menutupi sebagian kecil transaksi yang lain. Yah, saya hanya bisa berharap semoga perpajakan kita bisa lebih baik lagi. Dimana para pengusaha bisa leluasa melakukan usaha mereka dan terbuka terhadap pajak, dan juga para pejabat pajak tidak melakukan korupsi atas pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak.
Mengutip perkataan dari Pajak, hari gini masih korupsi, Apa kata dunia........
Happy Birthday....!!!
Ya, kata-kata itulah yang diucapkan saat seseorang memperingati tanggal kelahirannya. Kadangkala diiringi doa semoga panjang umur, banyak rejeki, dan sebagainya. 23 Januari kemarin adalah tanggal kelahiranku, 3 kali sudah aku merayakan tanggal kelahiran bersama istri tercinta. Bukan merayakan sih sebenarnya, soalnya memang tidak ada acara apa-apa. Hanya saja istriku memasakkan masakan spesial untuk merayakannya, yang aku nikmati bersama dengan kakak. Memasak nasi kuning. Ada semacam tradisi dalam keluargaku, bila ada acara ulang tahun, idul fitri, makanan satu ini tidak akan pernah lupa disajikan.
Nasi kuning yang gurih selalu aku bawa pada saat aku masih SD bila ada kegiatan-kegiatan semacam malulid an, Agustus an. Hmmm... Jadi lapar lagi kalo membicarakan nasi kuning....
Dengan bertambahnya umurku, aku berharap aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik, yang lebih sabar dalam membina rumah tangga, dan menjadi imam yang baik bagi Istri dan anakku kelak. Umur panjang adalah suatu berkah dan anugerah, maka manfaatkanlah umur kita sebaik-baiknya untuk kebaikan. Jangan sampai dengan umur yang panjang tersebut kita menjadi lupa diri dan takabur kepada Allah.
Ada orang yang bilang, apa visi dan misi untuk tahun berikutnya setelah kamu berulang tahun? Aku hanya berharap keluargaku dilimpahi rejeki yang barokah, bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah. Ada satu lagi yang mungkin ada di pikiranku saat ini, adalah melunasi hutang-hutangku... Amien....
Jumat, 07 Januari 2011
Kekagumanku (seperti lagunya Clip) pada seseorang...
Setiap kali membaca tulisan sang master (menurut saya) Dahlan Iskan, saya selalu senang. Merasa seolah-olah saya ikut masuk ke ceritanya tersebut. Bisa karena topik yang diangkat memang menarik atau mungkin Pak Dahlan memasukkan unsur mistis ya waktu menuliskannya. Ah, kalo alasan yang terakhir itu yang gak masuk akal. Sekian lama Pak Dahlan bergelut dengan korannya, Jawa Pos, tentu saja keahlian menulis beliau semakin terasah.
Bahkan, saat susah pun beliau tetap menuliskan kesusahannya itu. Buku Ganti Hati, menceritakan tentang beliau saat turun mesin, dituliskan sedemikian rupa juga, sehingga kita yang membacanya juga seolah-olah ikut merasakan kesusahannya. Yah, memang dasar seorang jurnalis tulen. Saat sakit pun gak pernah lepas dari laptop untuk menulis kisah-kisah. Ato mungkin Pak Dahlan menulis buku itu untuk menutupi biaya untuk ganti hati ya? Ah, kok selalu negatif thinking ya.
Mungkin dulu kita sering menikmati tulisan beliau lewat korannya, Jawa Pos. Meskipun sekarang kadang-kadang tulisan beliau masih muncul di Jawa Pos. Kadang saya merasa kangen untuk membaca tulisannya, yang berisikan ide-ide brilliant nya, yang ditulis apa adanya. Untungnya, saya masih bisa membaca tulisan-tulisannya lewat CEO note nya. Ah, seperti pelepas dahaga saja saat membaca catatan beliau saat mengentaskan PLN dari jurang. Berat, dan banyak tantangan. Sampai saya (yang bukan merupakan keluarga, hanya fansnya) merasa takut kalau terjadi apa-apa dengan beliau. Karena dengan bergabung dengan PLN, saya yakin Pak Dahlan pasti banyak melanggar aturan dokter. Seperti misalnya tidur malam (yang seharusnya jam 10 malam sudah harus tidur), tidak boleh kecapekan dan sebagainya.
Jaga kondisi ya Pak Dahlan, kami masih sangat membutuhkan anda, sebagai motivator kami yang muda. Indonesia masih membutuhkan orang seperti Bapak...
